Enam Modus Kekerasan di Sekolah

Baca Juga :



SURABAYA - Bulan terakhir tahun ini, publik disuguhi rentetan tragedi kekerasan di sekolah yang memilukan. Tilik saja kasus siswa ditusuk temannya sampai meninggal di Bantul, Yogyakarta; orang secara brutal menyerang delapan murid SD kelas V dan kelas VI SD di Nusa Tenggara Timur; guru menganiaya mata siswa dengan pulpen di Gowa, Sulsel; orangtua murid menganiaya guru hingga bercucuran darah di Makassar, Sulsel; tawuran siswa SD yang melibatkan 3 sekolah di Semarang, dan masih banyak yang lainnya. 

Kasus-kasus di atas menurut Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) A. Ubaid Matraji menunjukkan belum ada keseriusan pemerintah dan juga pihak sekolah dalam mencegah aksi kekerasan di sekolah. Alih-alih memberikan perhatian serius, pemerintah malah sibuk dengan mempersiapkan Ujian Nasional (UN), yang seharusnya ditiadakan karena banyak masalah. Kekerasan di sekolah itulah kenyataan yang terjadi. 

“Pemerintah jangan memandang bahwa di sekolah itu anak-anak hanya diajari aspek kognitif saja, lalu diuji dengan UN, tapi ada hal yang lebih penting dari itu semua, yaitu sekolah sebagai tempat anak-anak tumbuh dan berkembang, baik aspek fisik maupun mentalnya. Kekerasan di sekolah, dapat menghambat pertumbuhan dua aspek tersebut,” ulasnya, Kamis (15/12/2015). 

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus antisipatif dan tanggap terhadap aksi kekerasan di sekolah. Sebab, tren kekerasan dan modus-modusnya kian beragam. Berdasarkan pantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), setidaknya ada enam modus kekerasan utama yang terus terulang di lingkungan sekolah: penganiayaan guru kepada siswa, penganiayaan siswa kepada guru, penganiayaan siswa kepada siswa, penganiayaan walimurid kepada guru, pelecehan seksual, dan tawuran antar sekolah.  

Fakta ini membenarkan penelitian sebelumnya dilakukan oleh Plan International dan International Center for Research on Women yang dirilis tahun 2015. Data ini menunjukkan fakta mencengangkan terkait kekerasan anak di sekolah. Terdapat 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yakni 70%. Bahkan, berdasarkan perhitungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sedikitnya ada 1800 anak korban kekerasan tiap tahunnya di Indonesia. 

Jika pemerintah tidak serius menangani, masalah ini akan merembet ke masalah lain. Instrumen hukum sebenarnya sudah ada, hanya penegakannya yang tidak serius. Indonesia memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan yang melindungi anak dari tindak kekerasan. Seperti UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti-kejahatan Seksual terhadap anak, dan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Namun penerapan perangkat hukum ini masih terbentur beragam kendala seperti kurangnya komitmen pemerintah dan juga pihak sekolah. Penerapan yang belum optimal ini membuat anak-anak di Indonesia belum sepenuhnya terlindungi dan terpapar ancaman kekerasan di lingkungan pendidikan.

COMMENTS

Name

bangkalan,3,Banyuwangi,175,Blitar,13,bojonegoro,7,Bondowoso,13,Bulog,1,Catatan Redaksi,8,Dimas Kanjeng,11,Economy,129,edinarcoin,10,ekonomi,4,familysiana,2,Fresh Graduate,23,gaya hidup,81,Goverment News,282,gresik,1,gubernur,1,Gus Ipul,5,Haji 2017,33,hanura,1,headline,207,HSN 2016,6,Idul Adha,1,info gadget,1,jakarta,2,Jember,29,Jombang,180,kajatizen,10,Kampus,78,kediri,1,kesehatan,13,khofifah,3,Klinik Kabarjatim,19,Kodam V Brawijaya,1,KPU Jatim,1,Makro mikro,10,Malang,8,metropolitan,35,Natal,3,new terios,1,NU,55,Olahraga,20,Otomotif,30,Pacitan,1,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,12,PDI Perjuangan,6,Pemprov Jatim,6,pendidikan,145,peristiwa,692,Pesantren,9,Piala presiden,1,Pilbup Bondowoso,5,Pilgub Jatim,117,PLN,1,PLN Jatim,2,PMII,3,PNS,1,polda jatim,2,Polhukam,89,Politik&pemerintahan,114,polres jombang,78,Polrestabes surabaya,1,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,42,Sampang,55,Science,1,sektor riil,26,sembako,1,Seputar Jatim,208,Seputar Nusantara,65,Seputar Pilkada,38,Sidoarjo,2,Slank,2,slider,2,Softnews,54,Sumenep,4,surabaya,36,techno,51,TNI,53,Tokoh,6,Tol,3,Travel Food,60,wagub,2,
ltr
item
KabarJatim: Enam Modus Kekerasan di Sekolah
Enam Modus Kekerasan di Sekolah
https://4.bp.blogspot.com/-EsQ5gSMfyi0/WFKQ2Gq4jUI/AAAAAAAABPI/Gp-yDB-33qoaVxxtG31aexknfnimErJHgCLcB/s320/Stop%2BBullying.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-EsQ5gSMfyi0/WFKQ2Gq4jUI/AAAAAAAABPI/Gp-yDB-33qoaVxxtG31aexknfnimErJHgCLcB/s72-c/Stop%2BBullying.JPG
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2016/12/enam-modus-kekerasan-di-sekolah.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2016/12/enam-modus-kekerasan-di-sekolah.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy