Digital Lifestyle Telah Mengubah Perilaku Wisatawan

Baca Juga :

JAKARTA - Perkembangan teknologi serta merta diikuti perubahan perilaku manusia nyaris di segala aspek kehidupan, termasuk di sektor pariwisata.

Tilik saja, perubahan yang terjadi dari cara wisatawan menentukan destinasi wisata, pilihan tempat menginap, serta moda transportasi menuju lokasi liburan. Semua nyaris tak lepas dari pengaruh teknologi. Hal ini bukan sekedar asumsi, tapi terbukti dari hasil riset ilmiah.

“Hasil kajian menunjukkan bahwa  70% traveler melakukan search dan share menggunakan media digital termasuk dalam  me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melalui siaran pers yang diterima Kabarjatim.com, Rabu (10/5/2017).

Berbicara di Forum Tematik Bakohumas yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Arief Yahya menekankan, saat ini kita berada di era digital. Artinya, aktivitas keseharian kita tidak lepas dari digital.

“Bangun tidur yang dicari pertama; handphone sehingga digital lifestyle telah mengubah perilaku para wisatawan (traveler) karena mempunyai keutamaan; mobile,  personal, dan interactive,” ulasnya.

Berpijak dari kondisi semacam ini, Kemenpar lantas melakukan kajian yang menghasilkan rumusan guna mencapai target pariwisata 2019, yakni 20 juta wisman. Dalam kaitan ini Kemenpar menetapkan tiga program prioritas atau top 3 program yang dilaksanakan tahun ini yakni;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara sebagai top 3 program.

Arief Yahya menjelaskan program homestay desa wisata yang mulai dilaksanakan tahun ini sebagai kontribusi Kemenpar terhadap program 1 juta rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Kementerian PURR.

Kemenpar berkontribusi membangun 100.000 rumah (homestay) yang dikaitkan dengan konsep desa wisata sebagai amenitas akan dikembangkan hingga tahun 2019. Sebagai quick win tahun ini dibangun 1.000 homestay di 10 destinasi prioritas di antaranya Mandalika dan Borobudur; Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Bromo Tengger Semeru; Labuan Bajo;  Wakatobi; dan Morotai.

Sementara itu untuk program aksesibilitas udara, Kemenpar  melakukan strategi 3 A (Airlines--Airport & Air Navigation—Authorities).

“Program konektivitas udara sangat penting untuk mencapai target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 15 juta wisman karena 80% kedatangan wisman ke Indonesia menggunakan moda  transportasi udara sehingga tersedianya seat capacity yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target 2019 yang memerlukan tambahan 3 juta seat atau menjadi 10,5 juta seat pesawat,” katanya.

Arief Yahya menjelaskan, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kebijakan yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas,  pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. “Kerjasama semua unsur pariwisata ini sebagai Indonesia Incorporated  menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai  leading sector  perekonomian nasional,”  ulasnya.

Lima tahun ke depan, ujar dia, program pemerintah dalam pembangunan akan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

Dari lima sektor tersebut, menurut Arief Yahya,  pariwisata ditetapkan sebagai leading sector  karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif. Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%;  serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata.

Pertumbuhan pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. “Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019.  Tahun 2019,  pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia,” kata Arief Yahya.

Sebagai berita terbaru pariwisata adalah tentang laporan indek daya saing (TTCI) 2017 yang dikeluarkan World Economic Forum  baru-baru ini. Dalam laporan itu disebutkan  bahwa ranking pariwisata Indonesia naik 8 peringkat dari ranking 50 menjadi ranking 42 dunia. 

Tahun 2014 lalu indek dayang saing pariwisata berada di ranking 70, naik menjadi ranking 50 tahun 2015, dan kini berada di ranking 42 dunia. “Di saat ranking kita naik, posisi Malaysia  malah turun 2 peringkat di posisi 26,  Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di ranking 34. Target pariwisata  Indonesia tahun 2019 berada di peringkat 30 dunia. Ini menjadi tantangan besar untuk mewujudkan target tersebut dan memperlukan peran serta semua pihak dalam Indonesia Incorporated,” kata Arief Yahya. 

 Secara umum TTCI 2017  melaporkan, pariwista Indonesia naik di peringkat 42 dengan skor 4,16 dari posisi tahun 2015 berada di peringkat 50 dengan skor  4,04. Kenaikan skor tersebut karena ada 14 pilar penilaian  beberapa di antaranya mengalami kenaikan antara lain; Business Environment naik 3 trap, dari 63 ke 60. Health and Hygiene naik 1 level, dari 109 ke 108.

Tertinggi adalah International Openess naik drastis, dari 55 ke 17 karena faktor kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang gencar disosialisasikan dalam  dua tahun terakhir ini.  Selain itu Prioritization Travel and Tourism juga naik dari 15 ke 12 .

COMMENTS

Name

bangkalan,3,Banyuwangi,174,Blitar,12,bojonegoro,7,Bondowoso,7,Catatan Redaksi,8,Dimas Kanjeng,11,Economy,124,edinarcoin,10,familysiana,2,Fresh Graduate,23,gaya hidup,73,Goverment News,268,Gus Ipul,1,Haji 2017,33,headline,197,HSN 2016,6,Idul Adha,1,info gadget,1,Jember,26,Jombang,156,kajatizen,10,Kampus,76,kesehatan,12,khofifah,3,Klinik Kabarjatim,19,Makro mikro,10,Malang,6,metropolitan,33,NU,54,Olahraga,16,Otomotif,27,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,6,PDI Perjuangan,5,Pemprov Jatim,6,pendidikan,141,peristiwa,623,Pesantren,9,Pilbup Bondowoso,3,Pilgub Jatim,93,PLN Jatim,1,PMII,3,PNS,1,Polhukam,83,Politik&pemerintahan,114,polres jombang,74,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,42,Sampang,51,Science,1,sektor riil,24,Seputar Jatim,208,Seputar Nusantara,63,Seputar Pilkada,25,Sidoarjo,2,slider,2,Softnews,52,Sumenep,4,surabaya,27,techno,47,TNI,41,Tokoh,5,Travel Food,57,
ltr
item
KabarJatim: Digital Lifestyle Telah Mengubah Perilaku Wisatawan
Digital Lifestyle Telah Mengubah Perilaku Wisatawan
https://3.bp.blogspot.com/-TOHDwJBvxq8/WRMAA4z_ipI/AAAAAAAADnw/T-QQQSuS7zoCWocdrD6PLZ0rQqVTXiVCgCLcB/s320/Icha%2BWisata.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-TOHDwJBvxq8/WRMAA4z_ipI/AAAAAAAADnw/T-QQQSuS7zoCWocdrD6PLZ0rQqVTXiVCgCLcB/s72-c/Icha%2BWisata.jpg
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2017/05/digital-lifestyle-telah-mengubah.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2017/05/digital-lifestyle-telah-mengubah.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy