Full Day School Sulit Diaplikasikan di Sekolah Berbasis Pesantren

Baca Juga :

JOMBANG - Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang full day school atau lima hari sekolah yang tertuang dalam Permendikbud Nomer 23 Tahun 2017, sebaiknya bersifat opsional berdasarkan kriteria tertentu dan disesuaikan dengan kondisi dan lokasi serta tidak dipaksakan untuk seluruh lembaga pendidikan di seluruh wilayah.

Sebab, jika kebijakan ini dipaksakan diterapkan menyeluruh, tentu akan membuat kedodoran lembaga pendidikan berbasis pesantren. Bukan tanpan alasan, model pendidikan lembaga ini memiliki durasi pertemuan yang lebih padat dibanding sekokah umum sehingga akan kesulitan jika akan diringkas dalam lima hari masuk sekolah saja.

Hal ini seperti diutarakan Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang Sutrisno. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah hampir pasti sulit diaplikasi di lembaga pendidikan berbasis pesantren.

"Tentunya banyak yang perlu dipertimbangkan. Di tempat kami saja durasi baik jam pertemuan maupun jumlah mata pelajaran sangat jauh berbeda dibanding dengan sekolah umum. Apa jadinya kalau dipaksakan dilaksanakan lima hari masuk sekolah. Bisa-bisa maghrib anak-anak baru pulang," kata Sutrisno, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut dia, saat ini saja di lembaga sekolah yang dia pimpin, durasi jam tatap muka dalam satu pekan mencapai 52 jam. Berbeda jauh dengan sekolah umum yang rata-rata 48 jam.

"Jumlah mata pelajaran sekolah umum rata-rata 18 mapel dengan durasi tatap muka 48 jam dalam satu minggu. Di tempat kami ada 24 mapel dengan durasi pertemuan 52 jam dalam satu minggu. Sebab di sekolah berbasis pesantren semua mapel sekolah umum ada dan kemudian ditambah pelajaran keagamaan yang sangat beragam. Tentu siswa sangat kelelahan jika semua itu diringkas menjadi lima hari masuk sekolah," bebernya.

Situasi dan kondisi setiap peserta didik menurut Sutrisno juga sangat beragam. Banyak di antara mereka di sore hari harus membantu aktivitas orang tua. Di sisi lain dengan lima hari masuk sekolah intensitas pengawasan terhadap anak bagi orang tua juga menjadi masalah tersendiri.

"Banyak juga wali murid yang bekerja. Nah ketika hari Sabtu libur tentunya anak menjadi kurang pengawasan. Dan kita juga harus melihat sisi dari guru juga. Dengan kebijakan yang membuat semakin panjang durasi mengajar, tentu menjadi masalah tersendiri bagi mereka (red : guru) yang masih memiliki anak kecil," tuturnya.

Dengan demikian kompleknya persoalan, Sutrisno berharap ada tinjauan kembali terhadap kebijakan tersebut. "Sekali lagu saya berharap agar (kebijakan) tidak dipaksakan sebagai wujud keharusan. Akan lebih baik jika bersifat opsional," tegasnya.

Hal senada diutarakan Ahmad Faqih, Ketua Pergunu Jombang. Menurutnya banyak daerah yang dipaksakan untuk melaksanakan model lima hari sekolah. "Karena kondisi geografis yang tidak mendukung. Mungkin sarana jalan dan penerangan umum yang tidak memadai sehingga jika sampai larut malam tentu akan berdampak semakin membebani wali murid," ujarnya.

Selain itu, menurut Ahmad, penerapan lima hari masuk sekolah juga terlebih dahulu dipikirkan pengalokasian anggaran bantuan operasional dalam jumlah yang memadai untuk lembaga pendidikan agama seperti madrasah diniyah atau taman pendidikan Al-quran dalam APBD.

"Hal ini sebagai wujud nyata dukungan terbentuknya kolaborasi dan kerjasama dalam perbaikan dan penguatan kualitas karakter peserta didik," pungkasnya. (elo)

COMMENTS

Name

bangkalan,3,Banyuwangi,175,Blitar,13,bojonegoro,7,Bondowoso,13,Bulog,1,Catatan Redaksi,8,Dimas Kanjeng,11,Economy,129,edinarcoin,10,ekonomi,4,familysiana,2,Fresh Graduate,23,gaya hidup,81,Goverment News,281,gresik,1,gubernur,1,Gus Ipul,5,Haji 2017,33,hanura,1,headline,207,HSN 2016,6,Idul Adha,1,info gadget,1,jakarta,2,Jember,29,Jombang,180,kajatizen,10,Kampus,78,kediri,1,kesehatan,13,khofifah,3,Klinik Kabarjatim,19,Kodam V Brawijaya,1,KPU Jatim,1,Makro mikro,10,Malang,8,metropolitan,35,Natal,3,new terios,1,NU,55,Olahraga,20,Otomotif,30,Pacitan,1,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,12,PDI Perjuangan,6,Pemprov Jatim,6,pendidikan,144,peristiwa,688,Pesantren,9,Piala presiden,1,Pilbup Bondowoso,4,Pilgub Jatim,117,PLN,1,PLN Jatim,2,PMII,3,PNS,1,polda jatim,2,Polhukam,87,Politik&pemerintahan,114,polres jombang,78,Polrestabes surabaya,1,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,42,Sampang,55,Science,1,sektor riil,26,sembako,1,Seputar Jatim,208,Seputar Nusantara,65,Seputar Pilkada,38,Sidoarjo,2,Slank,2,slider,2,Softnews,54,Sumenep,4,surabaya,36,techno,51,TNI,53,Tokoh,6,Tol,3,Travel Food,60,wagub,2,
ltr
item
KabarJatim: Full Day School Sulit Diaplikasikan di Sekolah Berbasis Pesantren
Full Day School Sulit Diaplikasikan di Sekolah Berbasis Pesantren
https://3.bp.blogspot.com/-yhJlpySKELM/WYrzgtZZoGI/AAAAAAAAEWc/fU4eTnKwQdsgs5llqa0QXrNyk9Hve4t6wCLcBGAs/s320/Siswa%2BTambakberas%2BKabar.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-yhJlpySKELM/WYrzgtZZoGI/AAAAAAAAEWc/fU4eTnKwQdsgs5llqa0QXrNyk9Hve4t6wCLcBGAs/s72-c/Siswa%2BTambakberas%2BKabar.jpg
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2017/08/full-day-school-sulit-diaplikasikan-di.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2017/08/full-day-school-sulit-diaplikasikan-di.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy