Kemenag Minta Kemendikbud Tak Paksakan Penerapan Lima Hari Sekolah

Baca Juga :

JAKARTA - Polemik penerapan lima hari sekolah (LHS) terus menguat. Aspirasi sebagian besar masyarakat meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak menerapkan kebijakan yang tertuang dalam Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Pemerintah juga sudah mengumumkan bahwa akan menaikan status aturan tentang hari sekolah ini dalam bentuk Peraturan Presiden, mengingat substansinya terkait dengan beberapa kementerian.

Akan hal itu, Kementerian Agama meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyakarat. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki, menyikapi menguatnya aspirasi penolakan kebijakan ini. Tidak hanya dari lembaga pendidikan keagamaan, aspirasi penolakan juga disuarakan oleh ormas keagamaan.

“Penerapan lima hari sekolah tak sesuai dengan karakteristik dan keragaman lembaga pendidikan di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah pendidikan keagamaan yang sudah berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Menurut Mastuki, karakteristik pendidikan keagamaan Islam di Indonesia sangat unik. Di samping beragam jenisnya, ciri pendidikan keagamaan itu adalah mandiri, berstatus swasta dan milik masyarakat. Kemenag mengelola dan bertanggung jawab terhadap berbagai lembaga pendidikan keagamaan itu, baik formal maupun non formal. 

Tiga di antaranya yang bersinggungan langsung dengan penerapan lima hari sekolah adalah madrasah, diniyah, dan pesantren. Pembelajaran di ketiga lembaga itu sangat unik, khas, dan berorientasi pada pembentukan karakter keislaman yang kental.

"Lima hari sekolah bukan hanya sulit diterapkan di madrasah, diniyah dan pesantren, tapi juga akan mengacaukan dan berakibat tumpang tindihnya pembelajaran di lembaga-lembaga ini. Makanya, kalau ada ormas Islam yang menolak lima hari sekolah, dapat dimengerti dari sisi ini," ucapnya.

Mastuki menilai, penerapan lima hari sekolah jika dipaksakan untuk diterapkan di semua lembaga pendidikan, selain tidak produktif juga akan mengeskalasi resistensi masyarakat terhadap pemerintah.
Data Kementerian Agama mencatat, setidaknya 233.949 lembaga pendidikan Islam yang berpotensi terkena imbas lima hari sekolah jika dipaksakan untuk diterapkan pada semua level. Dari jumlah itu, 14.293 pondok pesantren menyelenggarakan sekolah (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA). Selain itu ada 84.796 Madrasah Diniyah Takmiliyah yang terancam bermasalah dengan pola pembelajaran 8 jam/sehari.

Mastuki menyarankan lima hari sekolah tidak dipaksakan kepada masyarakat. Dia berharap Kemendikbud dapat menghargai inisiatif dan kontribusi pendidikan yang telah diselenggarakan masyarakat selama ini.

“Lebih baik fokus pada pembentukan karakter (character building) yang bisa diterima oleh semua pihak,” tuturnya.

"Pendidikan keagamaan Islam sangat kaya akan praktik pendidikan karakter atau akhlak ini. Hal yang sama ditemui di lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Nilai-nilai relijius yang telah menyatu dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini justru akan semakin kuat dan menemukan momentum jika ditopang oleh regulasi pemerintah," tandasnya.

COMMENTS

Name

bangkalan,3,Banyuwangi,171,Blitar,11,bojonegoro,3,Bondowoso,3,Catatan Redaksi,8,Dimas Kanjeng,11,Economy,105,edinarcoin,10,familysiana,2,Fresh Graduate,22,gaya hidup,69,Goverment News,243,Haji 2017,33,headline,183,HSN 2016,6,Idul Adha,1,info gadget,1,Jember,21,Jombang,152,kajatizen,8,Kampus,70,kesehatan,6,khofifah,1,Klinik Kabarjatim,15,Makro mikro,10,Malang,2,metropolitan,32,NU,48,Olahraga,11,Otomotif,26,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,5,PDI Perjuangan,4,Pemprov Jatim,4,pendidikan,130,peristiwa,537,Pesantren,8,Pilbup Bondowoso,3,Pilgub Jatim,81,PLN Jatim,1,PMII,3,PNS,1,Polhukam,79,Politik&pemerintahan,111,polres jombang,73,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,41,Sampang,48,Science,1,sektor riil,22,Seputar Jatim,205,Seputar Nusantara,52,Seputar Pilkada,25,Sidoarjo,1,slider,2,Softnews,48,Sumenep,3,surabaya,24,techno,41,TNI,36,Tokoh,5,Travel Food,50,
ltr
item
KabarJatim: Kemenag Minta Kemendikbud Tak Paksakan Penerapan Lima Hari Sekolah
Kemenag Minta Kemendikbud Tak Paksakan Penerapan Lima Hari Sekolah
https://3.bp.blogspot.com/-KWBMHIoNN-0/WYxdIe_p_JI/AAAAAAAAEZA/b2yG4ikxmVkc2a70M3h9OZUbbLJ6QgPqQCLcBGAs/s320/Kemenag%2BLogo.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-KWBMHIoNN-0/WYxdIe_p_JI/AAAAAAAAEZA/b2yG4ikxmVkc2a70M3h9OZUbbLJ6QgPqQCLcBGAs/s72-c/Kemenag%2BLogo.jpg
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2017/08/kemenag-minta-kemendikbud-tak-paksakan.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2017/08/kemenag-minta-kemendikbud-tak-paksakan.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy