Kemiskinan Perdesaan di Jawa Timur Tertinggi, Ini Solusi Khofifah

Baca Juga :

MALANG - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan kemiskinan di perdesaan Jawa Timur tertinggi di antara provinsi lain se-Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurutnya, persoalan ini butuh solusi strategis dan komprehensif agar dapat ditemukan format percepatan kesejahteraan secara terukur.

"Ini potret valid yang dilakukan Badan Pusat Statistik setiap enam bulan sekali. Khusus kemiskinan di perdesaan tertinggi adalah Jawa Timur dan kedua adalah Jawa Tengah. Tapi rentang jarak keduanya sangat jauh," ungkap Khofifah saat menghadiri peringatan Hari Santri dan Tahun Baru Islam serta Haul KH Muhammad Said di Pondok Pesantren Babussalam, Pagelaran, Kabupaten Malang, kemarin.

Sementara angka kemiskinan perkotaan, kata Khofifah, tertinggi ditempati Provinsi Jawa Barat yang disusul oleh Jawa Tengah di peringkat kedua. Jawa Tengah menurutnya, relatif seimbang antara kemiskinan di perdesaan maupun perkotaan.

Khofifah memaparkan, untuk mengatasi tingginya angka kemiskinan perdesaan di Jawa Timur, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan maksimalisasi dana desa yang dikucurkan pemerintah. Diikuti dengan program perlindungan sosial antara lain Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sebagainya.

"Memang harus ada pemetaan yang komprehensif mencakup kearifan lokal didalamnya. Dengan begitu pemanfaatan dana desa bisa lebih maksimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," imbuhnya.

Khofifah membeberkan, besaran alokasi dana desa yang digulirkan pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2015, dana yang dikucurkan senilai Rp20 triliun, tahun 2016 Rp 47 triliun, dan tahun 2017 Rp 60 triliun. Jika ini disinergikan dengan bansos lainnya Insya Allah sangat signifikan menurunkan kemiskinan perdesaan.

"Artinya, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa, khususnya Jawa Timur," imbuhnya.

Diutarakan, dana desa dapat dipergunakan untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan perekonomian warga di desa, selain infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Dana tersebut bisa digulirkan melalui kelompok-kelompok usaha ekonomi kreatif khususnya melalui BumDes yang sudah di inisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Jika tahun pertama dan kedua lebih kepada infrastruktur, maka di tahun ketiga lebih diarahkan pada pertumbuhan sentra perekonomian. Saat ini kan sudah mulai banyak berdiri BumDes-BumDes," tuturnya.

Setelahnya, lanjut Khofifah maka perguruan tinggi bisa mengambil peran dalam memberikan pendampingan manajemen dan pengelolaan usaha tersebut.

"Nah baru kemudian para pengusaha di tingkat lokal membantu membukakan akses pasar. Kalau mereka produktif, kualitas kontrolnya dijaga, marketnya diberi akses, saya rasa pertumbuhan ekonomi akan memberikan percepatan kesejahteraan masyarakat di desa," papar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung soal peran Pesantren dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Khofifah, santri dan pesantren harus senantiasa menjadi garda terdepan menghalau berbagai upaya yang berusaha memecah belah bangsa.

Khofifah didaulat untuk menanam pohon zaitun di halaman Pondok Pesantren Babussalam. Menurut pengasuh ponpes Gus Thoriq, pohon zaitun tersebut menjadi perlambang atau simbolisasi perdamaian. Harapannya, Khofifah dapat menjadi tokoh perdamaian Indonesia. Pondok Pesantren Babussalam sendiri adalah pencetus lahirnya Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

COMMENTS

Name

bangkalan,3,Banyuwangi,173,Blitar,12,bojonegoro,7,Bondowoso,6,Catatan Redaksi,8,Dimas Kanjeng,11,Economy,123,edinarcoin,10,familysiana,2,Fresh Graduate,23,gaya hidup,73,Goverment News,265,Gus Ipul,1,Haji 2017,33,headline,194,HSN 2016,6,Idul Adha,1,info gadget,1,Jember,25,Jombang,153,kajatizen,9,Kampus,75,kesehatan,11,khofifah,3,Klinik Kabarjatim,19,Makro mikro,10,Malang,5,metropolitan,32,NU,54,Olahraga,16,Otomotif,26,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,6,PDI Perjuangan,5,Pemprov Jatim,6,pendidikan,139,peristiwa,617,Pesantren,9,Pilbup Bondowoso,3,Pilgub Jatim,92,PLN Jatim,1,PMII,3,PNS,1,Polhukam,83,Politik&pemerintahan,113,polres jombang,73,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,42,Sampang,51,Science,1,sektor riil,23,Seputar Jatim,208,Seputar Nusantara,62,Seputar Pilkada,25,Sidoarjo,2,slider,2,Softnews,52,Sumenep,4,surabaya,26,techno,47,TNI,41,Tokoh,5,Travel Food,56,
ltr
item
KabarJatim: Kemiskinan Perdesaan di Jawa Timur Tertinggi, Ini Solusi Khofifah
Kemiskinan Perdesaan di Jawa Timur Tertinggi, Ini Solusi Khofifah
https://1.bp.blogspot.com/-YWX1W1UWAwE/WcTvFfeyxFI/AAAAAAAAFkE/59CWnYXl0-ogfHroswG5WxQ88mPEAxLogCLcBGAs/s320/Khofifah%2Bmenanam.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-YWX1W1UWAwE/WcTvFfeyxFI/AAAAAAAAFkE/59CWnYXl0-ogfHroswG5WxQ88mPEAxLogCLcBGAs/s72-c/Khofifah%2Bmenanam.jpg
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2017/09/kemiskinan-perdesaan-di-jawa-timur.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2017/09/kemiskinan-perdesaan-di-jawa-timur.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy