Setelah Wabah Difteri dan Campak, Muncul Penyakit Demam Keong

Baca Juga :

JAKARTA - Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya penyakit Schistosomiasis (demam keong) yang saat ini hanya ditemukan Di dataran tinggi Lindu, Napu, dan Bada, Provinsi Sulawesi Tengah. Penyakit tersebut disebabkan oleh cacing atau larva schistosoma japonicum (serkaria) yang penyebarannya melalui perantara keong.

Pemerintah Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menginstruksikan agar penyakit demam keong ditangani secara serius karena bisa memberikan dampak yang buruk.

"Ini adalah larva yang penyebarannya tidak hanya pada manusia tetapi pada hewan. Bahayanya larva serkaria dapat menembus kulit manusia dan tumbuh dewasa di dalam tubuh manusia," ucap Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, dr. Sigit Priohutomo di kantornya, Kamis (18/01/2018).

Sigit mengatakan, penyakit tersebut hanya ditemukan di 28 desa di Kabupaten Poso dan Sigi, Sulawesi Tengah. Keong tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil sekitar empat milimeter dan dia hidup di bekas sawah-sawah yang tidak dipakai, di tanah yang lembab, disemak-semak, atau di bawah humus-humus. "Bentuknya kecil sekali, kalau keong itu diinjak dengan kaki telanjang akan pecah dan larvanya itu masuk ke kulit, kemudian dia berkembang menjadi cacing di usus," kata Sigit.

Lebih jauh, cacing yang sudah masuk ke dalam perut akan makan darah dalam tubuh dan BAB ke dalam usus. Permasalahannya adalah jika orang yang terkena penyakit tersebut ternyata BAB sembarangan maka siklus penyakit ini tidak akan hilang. "Telur-telur dari larva itu dibuang melalui kotoran manusia atau hewan kemudian dia berkembang menjadi ovum, sama jadi mikrolarva," ucap Sigit.

Namun, Sigit menambahkan, seandainya manusia tidak buang air besar sembarangan tetapi untuk hewan tentu tidak mungkin. Karena itu, perlu disediakan tempat khusus bagi hewan ternak agar bisa diisolasi dan demam keong tidak menyebar kemana-mana. "Harusnya pemeliharaan hewan itu dikandangkan," terang Sigit. Penyebaran penyakit ini melalui aktivitas mencuci, mandi, atau melewati air yang mengandung larva serkaria,” tambahnya.

Sebagai pengawal kesehatan di Kemenko PMK, Sigit menjelaskan, Kemenko PMK dengan K/L terkait sudah menangani penyakit tersebut baik di manusia atau di hewannya. Terbukti dengan prevalensi penyakit tersebut kecil sekali sekitar 0,65 sampai 0,97 persen.

Sementara, angka infeksi pada keong perantara dan hewan ternak, jauh lebih tinggi, yakni masing-masing 1,2-10,5 persen dan 5,5-40 persen. "Strategi pemerintah adalah melakukan eradikasi dari demam keong. Kita akan fokus untuk memutuskan siklus penularan penyakit demam keong 2018-2025,” jelas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan bahwa penanggulangan penyakit ini bukan hanya sebagai tanggung jawab Kementerian Kesehatan tetapi Kementerian Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, serta penyediaan sarana air bersih dan sanitasi yang memadai dan mudah dijangkau masyarakat. "Jadi harapannya semua pihak terlibat untuk penanganan penyakit tersebut," ujarnya lagi.

Sigit mengharapkan dalam kegiatan sehari-hari, masyarakat menggunakan alas kaki, terlebih ketika di sawah, kebun dan tempat-tempat lembab lainnya. Kemudian, kata Sigit, tempat-tempat yang basah juga perlu diperhatikan karena disanalah keong berkembang biak. “Saya harap upaya pemusnahan penyakit ini juga didukung dengan prilaku masyarakat agar tidak membuang air besar disembarang tempat,” harap Sigit.

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Name

bangkalan,5,Banyuwangi,178,Blitar,14,bojonegoro,8,Bondowoso,16,bonek,2,Bulog,1,Catatan Redaksi,9,Dimas Kanjeng,11,Economy,130,edinarcoin,10,ekonomi,14,familysiana,2,Fresh Graduate,23,gaya hidup,85,Goverment News,313,gresik,1,gubernur,1,Gus Ipul,19,Haji 2017,35,hanura,1,headline,219,HSN 2016,6,Idul Adha,1,Imlek,1,info gadget,1,jakarta,2,Jember,49,Jombang,186,kajatizen,10,Kampus,90,kediri,4,kesehatan,21,khofifah,4,Klinik Kabarjatim,20,Kodam V Brawijaya,1,KPU Jatim,1,Makro mikro,10,Malang,12,metropolitan,35,Natal,3,new terios,1,NU,57,Olahraga,22,Otomotif,36,Pacitan,1,Pamekasan,3,Parlementaria,14,Partai Demokrat,4,Pasuruan,12,PDI Perjuangan,6,Pemprov Jatim,6,pendidikan,159,peristiwa,754,Pesantren,10,Piala presiden,1,Pilbup Bondowoso,6,Pilgub Jatim,159,PLN,1,PLN Jatim,3,PMII,3,PNS,1,polda jatim,3,Polhukam,95,Politik&pemerintahan,114,polres jombang,79,Polrestabes surabaya,4,Property,3,PSHM Jombang,2,Review Film,42,Sampang,65,Science,1,sektor riil,26,sembako,1,Seputar Jatim,208,Seputar Nusantara,69,Seputar Pilkada,43,Sidoarjo,2,Slank,2,slider,2,Softnews,57,Sumenep,4,surabaya,38,techno,53,Terorisme,1,TNI,69,Tokoh,6,Tol,3,Travel Food,63,trenggalek,2,Umrah,2,wagub,2,
ltr
item
KabarJatim: Setelah Wabah Difteri dan Campak, Muncul Penyakit Demam Keong
Setelah Wabah Difteri dan Campak, Muncul Penyakit Demam Keong
https://1.bp.blogspot.com/-5GE3WAf6fhA/WmG59IAtz6I/AAAAAAAAHNw/OgWES5YoBAwrOZD-mJK5OQPc-IgVuT2EQCLcBGAs/s320/Demam%2BKeong.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-5GE3WAf6fhA/WmG59IAtz6I/AAAAAAAAHNw/OgWES5YoBAwrOZD-mJK5OQPc-IgVuT2EQCLcBGAs/s72-c/Demam%2BKeong.JPG
KabarJatim
http://www.kabarjatim.com/2018/01/setelah-wabah-difteri-dan-campak-muncul.html
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/
http://www.kabarjatim.com/2018/01/setelah-wabah-difteri-dan-campak-muncul.html
true
4920518583782559474
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat Index selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum'at Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy